TERJEBAKNYA MASA LALU
Halo semuanya, selamat pagi. Perkenalkan nama aku Muhamad
Putra Arafah, akrab di panggil Arafah, salam sejahtera bagi kita semuanya,
semoga selalu di berikan kesehatan, rezeki yang lancar dan melimpah serta
jangan lupa untuk tetap terus bersyukur apa yang kita miliki sekarang, baik itu
berupa kesehatan moral, benda hidup, benda mati, atau apapun itu. Aamiin.
Jadilah versi yang terbaru walau hanya sekedar 0,001% dalam satu hari.
Pertama-tama kenapa aku menulis tentang hal ini, mungkin
itu jadi bahan pertanyaan bagi kalian atau mungkin malah tidak penting sama
sekali. Alasan penulisan ini di buat, karena atas dasar keresahan diri sendiri.
Sebenarnya tulisan ini tidak sepenting itu bagi kalian, aku hanya ingin
membagikan sebuah cerita saja versi apa adanya, yang mungkin bisa meluapkan isi
hati dan pikiranku sendiri yang complicated. Seakan-akan bahwa diri ini memberi
tahu, coba di buat dalam bentuk visual yang dapat di baca oleh semua orang,
sehingga beban-mu itu keluar dengan sendirinya. Satu hal penulisan ini dibuat
dalam kesadaran penuh dan tidak di buat-buat seperti cerita dongeng yang
membuat kalian bosan atau rasa kantuk. Kalian bisa menilai sendiri kata-kata
yang telah aku rangkai menjadi sebuah phrasa yang abstract.
Jadi, hal yang ingin aku sampaikan adalah Kenapa? Kok
Bisa? Yang membuat diriku seperti terjebak pada masa lalu. Aku pun sekarang
masih bertanya-tanya, masih terus mencari jawaban, apakah ada obatnya untuk
menyembuhkan peristiwa ini. Apakah dengan cara meminta pendapat atau solusi
kepada orang yang tidak mengetahui tentang kita adalah yang paling bagus. Padahal
aku diberikan akal dan pikiran oleh Tuhan supaya bisa mencari apa yang terjadi
sebenarnya, apakah hanya ALASAN atau KEEGOISAN dari diri sendiri.
Tolong beritahu aku dengan tamparan yang keras, apakah salah aku seperti itu,
mengharapkan kesembuhan atas peristiwa yang terjadi padaku. Kejadian ini
merujuk pada 2 peristiwa, pertama dan kedua saling berkesinambungan, sama-sama
berharap mereka itu selalu ada memperhatikan ku, egois kah aku seperti itu,
bedanya satu ada wujud fisiknya dan satu sudah tidak ada di temukan di mana
saja. Tapi sekarang, permasalahan pertama yang sudah tiada, kenapa aku masih
tenggelam dalam masa lalu, seperti magnet yang sangat kuat tidak bisa di
lupakan sampai kapan pun. Aku pun sekarang, dalam penulisan ini berharap Beliau
masih selalu ada dengan fisiknya, menyambutku, memberikanku semangat, senyuman
gembiranya, kelucuan tingkahnya, kegigihan nya dalam mencari nafkah, kepimpinan
yang kuat, semuanya ada yang pada dirinya yang sebenarnya aku butuhkan. Tapi
kenapa Beliau sudah tidak ada lagi, saat aku mengalami stress ringan, jauh
semuanya, mengasingkan diri, benar-benar seperti terpukul yang kuat bahwa “Nanti
susah kalau gak ada mama”. Apakah hal itu yang membuatku terjebak masa
lalu, kerinduan yang tak terbendung, air mata kadang menetes sendiri jika hanya
teringat momen-momen sekilas. Aku tahu, aku ngerti, aku harus berubah demi
hidup sendiri, menapak dengan kaki sendiri untuk maju, tapi aku juga tidak bisa
membohongi diri sendiri, bahwa aku membutuhkan-nya.
Tolong siapa-pun kalian dan dimanapun kalian, apakah ada yang bisa membantu ?.
Aku paham, bahwa engkau dan diri sendiri yang harusnya berdamai, jiwa dan fisik
harus menyatu, konsisten kedepan apa yang bisa di lakukan. Tidak menutup
kemungkinan kenyataan, tetap membutuhkan seseorang bisa mengganti-nya.
Pertanyaan-nya sekarang Ada atau Tidak ?, bisa dibilang selama kuliah 4
semester Beliau selalu ada, setelah itu sudah tidak ada. Padahal aku ingin
menunjukkan secara langsung bukan dari atas hanya melihat, bahwa aku sampai
sekarang berkat Beliau, jasa yang tak terhitung dan kebaikan-kebaikan yang
telah dilakukan. Hubungan-nya pertanyaan tadi adalah ada, tapi tidak mengobati
juga, aku merasa tidak sepenting itu diriku dan tidak sedekat itu dengan
mereka, entah kenapa. Ujungnya tetap aku ditinggalkan kan, karena aku tidak
punya apa-apa dan dianggap pemalas. Setelah itu terjadi, aku sekarang lebih
berdiam saja dan tidak ada rasa keinginan mencari yang baru atau apapun itu,
karena aku juga sadar, aku punya apa dan apa yang bisa aku lakukan supaya
mereka bisa mengerti keadaanku.
Beralih pada kejadian kedua adalah sebuah bayang-bayang yang selalu ada dimanapun aku berada. Pertanyaannya Kok Bisa? Kenapa?. Hal yang membuat aku penasaran, apa ada sesuatu hal melekat pada diriku, sehingga bayang-bayangnya masih ada. Dia adalah seseorang yang aku kenal dulu pas masih duduk di bangku sekolah, tepatnya SMA. Dia yang ku kenal dari platform media yang kita pakai sampai sekarang, yaitu facebook. Setelah itu kita time skip, sehingga aku berkuliah di salah satu kota dan mencoba menetap di kota itu, tetapi kejanggalan yang terjadi adalah bayangan selalu ada, semasa masuk awal-awal kuliah aku bertemu seseorang yang menurutku hampir sama, muka, warna kulitnya, tingginya, menggunakan hijab dan pada saat itu juga aku teringat seseorang yang pernah ada di kehidupan aku sebelumnya. Aku hanya melihat dari kejauhan dan memandangi hanya karena dia mirip, aku memikirkan Kok Bisa?, sepanjang yang aku ketahui dia seorang Ayuk Tingkat Jurusan Arsitek, hanya sebatas itu, aku tidak mencari lebih lanjut. Lalu kejadian lagi, yaitu bertemu seseorang yang mirip lagi pada saat aku melaksanakan KKN di kota tersebut, dan kali ini satu kelompok sama cewek ini, dan benar mirip sekali, suaranya, mukanya, tingginya, postur tubuhnya, sifatnya, membuatku kembali teringat akan kenangan itu lagi, dibilang bisa cukup dekat, karena satu kelompok dan satu posko juga. Dia dari jurusan Ekonomi, aku merasa seperti tertarik pada orang tersebut, karena kemiripan-nya. Tapi yang aku sadari dia ternyata sudah punya pasangan yang mungkin pada saat itu lebih baik dari aku, hingga akhirnya KKN selesai dan jalan kehidupan masing-masing seperti biasa, asing. Time skip lagi, lanjut pada saat aku bekerja, lagi-lagi aku ketemu seperti dia lagi dan kali ini satu pekerjaan, tetap sama seperti sebelumnya. Tapi ujungnya perusahaan tutup, menjalani kehidupan masing-masing kembali dan asing. Pada Akhirnya aku sekarang yang tidak bekerja, ketemu orang tersebut dan dimana dia jauh berubah 180o dari apa yang aku ekspektasikan, aku bicarakan ini dari segi sifat dan sikapnya, Untuk postur tubuh, warna kulit, tinggi tetap orang yang aku rindukan selama ini, aku senang bisa membuat obrolan kembali dan bersama lagi, tapi aku menyadari dia terus memotivasi dirinya buat maju dan segala hal, lalu membuat aku berpikiran, seharusnya Arafah dirimu sadar dia sudah berbeda, tidak bisa engkau ekspektasikan seperti dulu, tapi cukup membuat kerinduan terbayar. Setelah apa yang terjadi, dia sudah memiliki orang lain, sudah sangat jauh kalau aku harus ingin mengejarnya.
Kembali ke topik nya, masa lalu itu ternyata benaran ada dan waktunya pun tidak akan ada habisnya, pastinya akan teringat. Akhirnya aku mencoba perlahan belajar aku butuhnya apa, bagaimana hidup aku selanjutnya dan bahwa faktanya aku itu dibuat sendirian tanpa orang yang peduli, karena tidak sepenting itu diriku baik dari keluarga, teman, seharusnya aku sadar itu, tapak kaki untuk berjalan, postur tubuh yang alaminya seperti ini dan yang bisa kendalikan di dalam control aku, seharusnya aku belajar, “menjalani semua sendiri dan tidak berharap kepada hal lain adalah guru yang terbaik untuk dilakukan”. Aku harap bisa diriku keluar dari zona seperti ini, karena aku sudah mengalami halusinasi otak 1x. Doakan aku para pembaca, lakukan lah yang terbaik versi kalian sendiri.
Terima Kasih :)
Best Regards
Muhamad Putra
Arafah

Semangat arafah, harus kuat mental & fisik yo, kehidupan keras, jangan stop berbenah
BalasHapusTerima kasih atas supportnya :)
Hapus